Air Sungai Meluap Akibat Hujan Lebat, 70 Rumah Warga Sangkulirang Terdampak Banjir

Kronikkaltim.com – Hujan deras yang mengguyur menyebabkan meningkatnya debit air, dan sungai di Desa Pelawan, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, Jumat (11/8/2023). Banjir akibat luapan sungai bahkan merendam puluhan rumah warga.

Hal serupa pun terjadi di sejumlah Afdeling yang ada di wilayah Perusahaan PT EBL, puluhan rumah karyawan terendam banjir hingga mencapai lebih dari satu meter.

Akibat banjir ini banyak warga yang harus mengungsi ke tempat sahabat dan sanak saudara yang berada di dataran tinggi. Sebagian dari mereka dievakuasi dengan menggunakan perahu milik masyarakat Desa Pelawan. Diperkirakan mencapai 70 rumah warga yang terdampak akibat terendam banjir.

Tidak hanya permukiman warga, banjir juga menggenangi sejumlah ruas jalan penghubung Kutim – Berau, tepatnya di RT 3 yang membuat aktifitas masyarakat terhambat. Puluhan mobil juga harus menunggu sampai air surut.

Menurut warga setempat, banjir yang terjadi kali ini yang terparah sejak kurang lebih empat puluh tahun lalu. Dampak banjir menyebabkan banyak kerugian, termasuk perabotan dapur yang tidak dapat digunakan untuk memasak.

Kepala Desa Pelawan, Nohanuddin terus memantau warga dan menghimbau kepada seluruh ketua RT untuk terus berkoordinasi dengan pihak desa, BPD dan Babinkantibmas untuk keselamatan masyarakat. Bantuan pun datang silih berganti dari warga dan pihak logistik kecamatan Sangkulirang.

Sampai berita ini diturunkan, (12/8) tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Dan dari hasil pantauan secara langsung di lokasi, kondisi air sudah mulai surut dan mobil sudah bisa melintas.

Seluruh warga RT 3 yang dikoordinir oleh Ketua RT 3 Randy Setiawan, melakukan gotong royong membersihkan rumah-rumah yang terendam banjir. Sementara itu, para ibu memasak untuk yang bergotong royong, sekaligus menyiapkan nasi bungkus bagi warga yang terdampak banjir.(*).

Penulis : Mey